Kenapa Generasi Sahabat Nabi Bisa Mengubah Dunia dalam 23 Tahun, Tapi Miliaran Muslim Hari Ini Tidak?
- calendar_month 15 jam yang lalu
Ada kata yang disebut 49 kali di dalam Al-Quran. Bukan “shalatlah.” Bukan “bersabarlah.”
Apakah kalian tidak” → أَفَلَا تَعْقِلُونَ
menggunakan akal?”
Para sahabat tidak sekadar tersentuh Al-Quran. Mereka mengerti, dan ketika kamu benar-benar mengerti apa yang Allah katakan, mustahil untuk tidak bergerak.
Umar menangis membaca ayat tentang penimbun harta, lalu pergi mewakafkan kebun kurmanya. Abu Bakar membaca ayat tentang memerdekakan budak, lalu pergi ke pasar membeli dan membebaskan Bilal.
Mereka tidak berkata: “Ayat ini indah sekali.” Mereka bertanya: “Ayat ini memintaku melakukan apa sekarang?”
Kita punya Al-Quran dalam 50 bahasa. Tapi berapa banyak dari kita yang pernah duduk dan bertanya, “Apa yang ayat ini minta aku ubah dalam hidupku?”
Para sahabat menjadi luar biasa bukan karena mereka lebih suci. Tapi karena mereka memperlakukan Al-Quran sebagai alat berpikir, bukan sekadar sumber ketenangan.
Dunia yang ingin Allah ubah melalui Al- Quran tidak berubah hanya dengan niat baik. la berubah dengan manusia yang tahu cara berpikir dengan Al-Quran.
Dan mungkin, itu yang perlu kita mulai.
- Penulis: redaksigo
- Sumber: barengquran


